

Apakah Sunscreen Diperlukan di Musim Hujan?
“Lagi musim hujan, cuaca juga mendung terus. Kayaknya Si Kecil nggak perlu pakai sunscreen, deh.”
Bun, ketika musim hujan, tak sedikit orang yang memiliki anggapan seperti itu. Disinyalir, anggapan ini sangat berisiko. Meski matahari tampak tersembunyi di balik awan, faktanya sinar UV, terutama UVA, tetap bisa menembus awan dan merusak kulit Si Kecil. Mari, cek kebenarannya dengan menyimak pembahasan berikut ini.
Mengapa Sunscreen Masih Diperlukan Saat Musim Hujan?
Berikut alasan Si Kecil tetap perlu mendapat proteksi tabir surya ketika cuaca sering hujan:
1. Indeks UV Indonesia yang Tinggi di Musim Penghujan
Indeks UV adalah ukuran intensitas radiasi ultraviolet (UV) yang mencapai permukaan bumi. Semakin tinggi angkanya, semakin besar risiko kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari.
Dalam indeks UV, setiap warna mewakili tingkat risiko yang berbeda:
- Hijau (indeks UV 0-2): Menunjukkan risiko bahaya yang rendah.
- Kuning (indeks UV 3-5): Menandakan risiko bahaya yang sedang.
- Oranye (indeks UV 6-7): Mengindikasikan risiko bahaya yang tinggi.
- Merah (indeks UV 8-10): Menunjukkan risiko bahaya yang sangat tinggi.
- Ungu (indeks UV 11+): Menandakan risiko bahaya yang sangat ekstrem.


Indeks UV 21 Desember 2023 11.00 WIB (BMKG)
Sekarang, mari perhatikan gambar di atas, Bun. Peta tersebut diambil BMKG pada 21 Desember 2023 pukul 11.00 WIB. Kita tahu bahwa Desember merupakan musim hujan.
Namun nyatanya, meskipun musim hujan identik dengan langit mendung dan berawan, indeks UV di Indonesia tetap tinggi sepanjang tahun.
2. Penetrasi UV A Mampu Menembus Awan dan Hujan
Bunda, sinar UV terdiri dari tiga jenis, yaitu UV-A. UV-B, dan UV-C. Dari ketiganya, perlu diketahui bahwa sinar UV-A memiliki gelombang yang relatif panjang (320-400 nanometer), yang membuatnya lebih mampu menembus awan dibandingkan sinar UV-B dan UV-C.
Bahkan, UV A bisa menembus jendela dan sela-sela pintu, Bun. Hujan pun biasanya tidak cukup padat untuk sepenuhnya menghalangi sinar UV-A, sehingga paparannya masih mungkin mencapai kulit Si Kecil.
3. Kulit Berisiko Terkena Dampak Negatif UV A
Uraian di poin sebelumnya cukup menjelaskan bahwa Si Kecil masih sangat berisiko terkena dampak negatif dari radiasi UV ketika musim hujan. Risiko penuaan dini akan meningkat di masa dewasa, kulitnya pun akan mudah kering. Jika dibiarkan, ia berpotensi lebih mudah terserang kanker kulit sebagai bahaya jangka panjang. Maka dari itu, ia masih memerlukan sunscreen.
Tips Memilih dan Menggunakan Sunscreen di Musim Hujan
Ketika masuk musim hujan, pastikan sunscreen yang dipakai Si Kecil sudah memiliki kriteria berikut:
1. Minimal SPF 30
Saat musim hujan, awan belum tentu menyemburkan air di sepanjang hari. Artinya, radiasi UV B masih akan tetap muncul meskipun matahari tidak terlalu terik.
Maka, Si Kecil memerlukan sunscreen dengan SPF (Sun Protection Factor) minimal 30 untuk menyaring sekitar 97% sinar UVB yang berbahaya.
2. Memiliki Perlindungan PA+++
Perlindungan PA (Protection Grade of UVA) menunjukkan seberapa baik sunscreen melindungi kulit dari sinar UVA. Carilah tabir surya dengan tingkat PA+++ agar Si Kecil mendapat perlindungan optimal.
3. Formula Water-resistant
Di musim ini, Si Kecil lebih sering terpapar air, baik dari hujan maupun keringat. Oleh karena itu, penting untuk memilih sunscreen dengan formula water-resistant yang tak mudah luntur.
Water-resistant sunscreen umumnya mampu bertahan selama 40 hingga 80 menit setelah terkena air. Ini sangat penting untuk menjaga perlindungan kulit Si Kecil, terutama saat mereka bermain atau beraktivitas di luar ruangan dalam kondisi lembap.
4. Teksturnya Ringan dan Tidak Lengket
Bun, carilah sunscreen yang memiliki klaim non-sticky (tidak lengket) dan non-greasy (terasa ringan di kulit). Sunscreen yang ringan akan mudah menyerap ke dalam kulit tanpa meninggalkan rasa berat atau berminyak.
Ini tidak hanya membuat Si Kecil merasa nyaman, tetapi juga mengurangi risiko iritasi kulit. Sunscreen yang tidak lengket juga lebih mudah diaplikasikan secara merata, sehingga kulitnya bisa diproteksi dengan maksimal.
Penggunaan tabir surya di musim hujan hampir sama dengan pemakaian ketika musim panas. Pastikan Si Kecil dioleskan tabir surya 15-30 menit sebelum keluar rumah, baik pagi, siang, atau sore.
Menurut Dr. dr. Fitria Agustina, Sp.KK, FINSDV, FAADV melalui Kompas, frekuensi reapply sunscreen pada musim hujan bisa lebih longgar, misalnya 3 jam sekali.
Rekomendasi Sunscreen untuk Anak di Musim Hujan


source: MSKIDS
Bun, di luar sana, mungkin tak sedikit produk tabir surya anak yang menawarkan formula water-resistant.
Namun, sunscreen anak yang water-resistant, tidak mengandung bahan pengawet, bebas parfum, tidak pedih di mata, tidak lengket, dan ringan formulanya, hanya bisa Bunda dapatkan dari Sunbae SPF 30 PA+++ dan Sunhero SPF 50 PA+++ by MSKIDS.
Kedua physical sunscreen ini sangat aman bagi kulit Si Kecil yang masih rentan terhadap iritasi. Sunbae dan Sunhero sudah teruji secara klinis, dan mengandung bahan hypoallergenic, yang tentunya ramah bagi kulit.
Sunbae SPF30 PA+++ diperkaya bahan natural berupa lidah buaya, chamomile, dan calendula yang aman dipakai bayi usia 6 bulan ke atas. Sunscreen ini tahan air selama 40 menit.
Sementara, Sunhero SPF50 PA+++ mengandung royal jelly, ekstrak daun biji (guava leaves), dan ekstrak biji labu (pumpkin seeds) yang aman digunakan anak berusia 3 tahun ke atas.
Tabir surya ini mampu menahan air hingga 80 menit, Bun. Artinya, sangat efektif melindungi kulit ketika musim hujan.
Nah, Bun, terlepas dari apapun cuacanya, tetap oleskan sunscreen pada Si Kecil setiap hari di sepanjang tahun. Yuk, kurangi risiko penyakit kulitnya sejak usia dini bersama MSKIDS. Dapatkan Sunbae dan Sunhero di toko online kesayangan Bunda ya.



