Tidak ada produk di keranjang.

Tidak ada produk di keranjang.

Category: Sunscreen

16/07/2024 by adminseo 0 Comments

Mitos dan Fakta seputar Penggunaan Sunscreen pada Anak

Menggunakan sunscreen pada anak-anak sering kali menjadi topik yang penuh perdebatan di kalangan orang tua. Di satu sisi, banyak yang memahami pentingnya melindungi kulit anak-anak dari bahaya paparan matahari.

Di sisi lain, beredar berbagai mitos yang menimbulkan keraguan tentang pengaruh sunscreen terhadap kesehatan kulit anak. Apakah sunscreen benar-benar aman untuk anak-anak? Apakah ada risiko tersembunyi yang perlu diwaspadai? 

Di sini, kita akan membahas berbagai mitos yang sering kali berkembang seputar penggunaan sunscreen pada anak-anak dan mengungkap fakta-fakta ilmiah yang mendasarinya. Simak sampai tuntas ya, Bund.

source: MSKIDS

source: MSKIDS

Mitos dan Fakta Sunscreen Pada Anak

Bund, cek kebenaran dari berbagai mitos soal sunscreen, yuk!

1. Mitos: Sunscreen berbahaya bagi kulit anak-anak

Faktanya, sunscreen aman digunakan untuk anak, asalkan tidak mengandung formula yang dapat memicu alergi dan iritasi, contohnya seperti paraben (pengawet), fragrance (pewangi), dan alkohol.

2. Mitos: Sunscreen bisa digunakan untuk bayi di bawah 6 bulan

Bund, fakta yang benar adalah, sunscreen sebaiknya dihindari oleh bayi di bawah enam bulan, sebab kulitnya masih terlalu rentan, sehingga ia lebih mudah ruam. 

Sebagai gantinya, Bunda harus menjaga ia dari paparan sinar matahari dengan pakaian atau topi pelindung. Selain itu, jaga ia untuk tidak kontak langsung dengan sinar matahari pada pukul 10 sampai 4 sore.

3. Mitos: Bedak dan pelembap anak mengandung SPF, sehingga tidak perlu memakai sunscreen

Meskipun pelembap atau bedak Si Kecil sudah diperkaya dengan SPF, perlindungannya tak akan semaksimal sunscreen khusus. Selain karena nilai SPF pada pelembap atau bedak biasanya lebih rendah dari sunscreen, keduanya tidak memiliki formulasi atau bahan aktif yang sama efektifnya dalam melindungi kulit.

4. Mitos: Anak-anak yang berkulit lebih gelap tidak membutuhkan sunscreen 

Kenyataannya, semua jenis kulit, termasuk yang gelap, membutuhkan perlindungan dari sinar UV untuk mencegah kerusakan dan risiko kanker kulit di kemudian hari, Bund. Meskipun kulit gelap memiliki lebih banyak melanin yang memberikan perlindungan alami terhadap sinar UV, tetapi perlindungannya belum maksimal, sehingga Si Kecil masih butuh sunscreen.

5. Mitos: Anak tidak perlu memakai sunscreen saat cuaca mendung, hujan, musim dingin, saat di rumah saja, atau ketika di dalam mobil

Faktanya, Bund, ketika cuaca sedang berawan, hingga 90% sinar UV tetap menembus kulit Si Kecil. Menurut Dr. Michele Green, MD, hal ini berlaku juga saat cuaca mendung, hujan, atau bahkan saat musim dingin (salju). 

Pasalnya, air, pasir, dan salju dapat memantulkan sinar matahari, dan Si Kecil akan terkena sinar UV tidak langsung. Jadi, mengoleskan tabir surya pada Si Kecil di pagi hari adalah sebuah keharusan. Kemudian, penggunaan tabir surya pun perlu tetap dilakukan ketika Si Kecil hanya di rumah saja, karena sinar UV bisa menembus jendela, Bund.

6. Mitos: Jika anak berjemur tapi tidak mengalami sunburn, artinya ia tidak memerlukan tabir surya

Faktanya, mendapatkan “cahaya” saja sudah merusak DNA kulit Si Kecil, Bund.  Bila Si Kecil tidak mengalami sunburn, kemungkinan ia akan mendapatkan tanning, yaitu respons tubuh terhadap kerusakan akibat sinar UV, dan sebagai tanda bahwa kulitnya terluka. 

Selain itu, Dokter Melanie Palm, MD, Direktur Medis Art of Skin MD di Solana Beach, California mengatakan bahwa paparan UV bisa menimbulkan penuaan dini (photoaging), keriput, dan perubahan tekstur kulit. Paparan sinar UV yang berulang tanpa perlindungan dapat mempercepat proses ini.

7. Mitos: Sunscreen hanya diperlukan saat anak berenang atau bermain di pantai

Faktanya, Si Kecil perlu memakai tabir surya setiap kali ia berada di luar ruangan, baik saat bermain di taman, berjalan-jalan, atau bahkan bermain di halaman rumah. Oleh karena itu, aplikasikan sunscreen setiap kali Si Kecil keluar rumah ya, Bund. 

8. Mitos: Sunscreen menghalangi proses penyerapan vitamin D saat anak berjemur

Bund, studi klinis tidak pernah menemukan bahwa penggunaan tabir surya setiap hari menyebabkan seseorang kekurangan vitamin D. Dilansir dari Skincare Foundation, anak yang menggunakan tabir surya setiap hari dapat mempertahankan kadar vitamin D-nya. Di sisi lain, Si Kecil hanya membutuhkan sedikit paparan matahari untuk memproduksi vitamin D (berjemur dalam waktu 10-15 menit). 

Pada durasi tersebut, Bila Si Kecil tidak memakai perlindungan dari sunscreen, ia akan mengalami kerusakan DNA, dan setiap bagian dari kerusakan ini akan bertambah sepanjang hidupnya, sehingga potensi kanker kulit pada masa dewasa nanti akan meningkat.

9. Mitos: Sudah pakai sunscreen, sehingga anak boleh berjemur kapan pun

Faktanya, mengutip dari American Academy of Dermatology Association, umumnya matahari berada di puncak dan menghasilkan sinar UV yang kuat pada antara pukul 10 dan 2 siang.  Bila ingin berjemur, pilihlah waktu pagi antara pukul 7-9, dan ajak Si Kecil bermain mulai pukul 4 sore.

11. Mitos: Sunscreen dengan SPF tinggi memberikan perlindungan sepanjang hari dan tidak perlu diaplikasikan ulang (Re-apply)

Bund, SPF tidak memengaruhi berapa lama kulit Si Kecil akan terlindungi. Semua perlindungan tabir surya umumnya hanya bertahan dua jam (atau bahkan kurang dari itu).  Jadi, walaupun suatu produk tabir surya memiliki SPF tinggi, penggunaannya  perlu diulang setiap dua jam, atau lebih sering jika Si Kecil sedang berenang dan berkeringat. 

Di sisi lain, tabir surya bisa luntur karena keringat, air, atau gesekan dengan pakaian. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu re-apply supaya bisa melindungi kulit dengan optimal.

12. Mitos: Semua sunscreen memberikan perlindungan yang sama

Tidak semua tabir surya memberikan perlindungan yang sama. Sebab, angka SPF (Sun Protection Factor) dan PA yang tertera dalam kemasan produk dapat menunjukkan seberapa baik sunscreen tersebut dapat melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB (broad-spectrum).

Kemudian, sunscreen bisa dibedakan juga dari 2 bahan aktif, seperti zinc oxide (physical sunscreen) atau avobenzone (chemical sunscreen) yang memberi perbedaan dalam menjaga kulit. Untuk Si Kecil, pastikan Bunda memilih physical sunscreen yang tidak diserap ke kulit dan tidak dialirkan dalam darah ya.

13. Mitos: Sunscreen bisa dipakai bertahun-tahun

Dikutip dari Mayo Clinic, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika mewajibkan semua tabir surya mempertahankan kekuatan aslinya setidaknya selama tiga tahun saja, Bund. Maka dari itu, periksa botol untuk mengetahui tanggal kedaluwarsa, yaitu tanggal di mana tabir surya sudah tidak lagi efektif. 

Bila produk yang Bunda beli sudah memasuki tanggal tersebut, segera buang, ya. Kemudian, untuk menjaga kondisi sunscreen, letakkan produk yang Bunda punya di tempat teduh, usahakan agar tidak terkena sinar matahari secara langsung.

source: MSKIDS

source: MSKIDS

Rekomendasi Sunscreen untuk Anak

Bunda sudah mengetahui berbagai fakta sebenarnya dari mitos penggunaan sunscreen pada anak. Selanjutnya, Bunda perlu mencari produk sunscreen anak yang bisa melindungi kulitnya dengan maksimal.

Untungnya, produk tersebut bisa ditemukan dengan mudah di MSKIDS. Terdapat dua jenis sunscreen dari MSKIDS, Bund. Pertama, ada Sunbae SPF30 PA+++  tabir surya untuk Si Kecil berumur 6 bulan ke atas, dan yang kedua adalah Sunhero SPF50 PA+++ untuk anak berusia 3 tahun ke atas. 

Keduanya merupakan physical sunscreen yang lembut dan sudah berlabel broad-spectrum, sehingga mampu menghalangi kulit Si Kecil dari bahaya UVA dan UVB matahari tanpa menimbulkan risiko iritasi. 

Dalam, Sunbae SPF30 PA+++ terdapat kandungan alami Aloe Vera (lidah buaya), bunga Chamomile, tanaman herbal Calendula, serta Shea Butter (ekstrak lemak dari kacang pohon Shea) untuk melembapkan kulit Si Kecil. 

Sementara itu, pada Sunhero SPF50 PA+++, bahan alaminya mencakup Royal Jelly (produk olahan lebah yang bernutrisi tinggi), pumpkin seed atau biji labu, daun jambu biji (guava leaf) yang kaya vitamin C, dan minyak jojoba serta minyak bunga matahari yang berfungsi mencegah kulit menjadi kering.

Yuk, Bund, lindungi kulit Si Kecil dari sekarang! Kunjungi MSKIDS di e-commerce kesayangan Bunda untuk dapatkan Sunbae SPF30 PA+++ dan Sunhero SPF50 PA+++ sebagai sunscreen  terbaik yang aman dan efektif untuk anak-anak. 

Jangan lewatkan juga artikel-artikel kami lainnya tentang kesehatan anak dan tips perlindungan kulit dengan mengikuti akun media sosial kami ya!

09/07/2024 by adminseo 0 Comments

Cara Memakai Sunscreen dengan Benar pada Si Kecil

Bund, sunscreen merupakan salah satu kunci agar kulit Si Kecil tetap aman ketika ia berkegiatan di luar ruangan. Selain harus memilih produk yang tepat, Bunda juga wajib memahami cara memakai sunscreen yang benar supaya perlindungannya optimal.

Sebab, meskipun dapat memenuhi kebutuhan vitamin D Si Kecil, matahari memancarkan sinar UV yang bisa menyebabkan kulitnya terbakar dan juga iritasi. Bahkan Dr. Marisa Quattrone, seorang dokter anak bersertifikat asal Amerika, dalam Blueberry Pediatrics menegaskan bahwa matahari dapat memberi kehidupan, sekaligus membahayakan seseorang. 

Maka dari itu, yuk, Bund, lihat panduan cara pakai sunscreen yang benar pada anak-anak, dan temukan rekomendasi produknya di sini.

source: MSKIDS

source: MSKIDS

Tips Penggunaan Sunscreen Untuk Anak

Sebelumnya, perlu digaris bawahi bahwa Si Kecil boleh menggunakan sunscreen ketika ia sudah menginjak usia 6 bulan. Sebab, bayi di bawah 6 bulan kulitnya masih rentan, dan sebaiknya tidak terkena sinar matahari secara langsung. 

Nah, jika sudah berusia minimal 6 bulan, selayaknya orang dewasa, urutan pemakaian sunscreen pada anak pun ada aturannya, Bund. Simak langkahnya berikut ini:

1. Oleskan Sunscreen Setelah Skincare

Jika Si Kecil memiliki jadwal skincare routine (seperti pelembap) di pagi hari, maka sebaiknya berikan ia cream terlebih dahulu, baru kemudian aplikasikan sunscreen. Jadi, sunscreen akan berfungsi sebagai lapisan pelindung terakhir yang membantu mengunci manfaat dari produk skincare sebelumnya, sehingga kulit sensitif Si Kecil akan tetap lembap dan sehat.

2. Sesuaikan Takaran Sunscreen dengan Kebutuhan Si Kecil

Aplikasikan tabir surya pada seluruh area terbuka secara merata, mulai dari wajah, leher, lengan, tangan, bahu, kaki, leher, belakang leher, dan belakang telinga. Lalu, sesuaikan takarannya dengan kebutuhan Si Kecil. 

Untuk bayi berusia 6 bulan ke atas, aplikasikan sekitar 1 ml sunscreen di setiap bagian tubuhnya (setara dengan setengah ruas jari). Kemudian, jika Si Kecil sudah berusia 3 tahun ke atas, tuangkan sekitar 2 ml.

Selain itu, melansir dari Kids Health, Dermatologist punya aturan lain, yaitu menggunakan takaran 1 ons (sekitar 2 sendok makan) untuk seluruh tubuh. Selain itu, Bunda juga boleh menggunakan panduan sendok teh (sdt) dengan jumlah 9 sdt. Rinciannya, 1 sdt untuk wajah dan leher, 1 sdt untuk tubuh bagian depan dan 1 sdt untuk tubuh bagian belakang, 1 sdt untuk setiap lengan, dan 2  sdt untuk setiap kaki.

3. Aplikasikan Sunscreen pada Si Kecil 15 – 30 Menit Sebelum Terpapar Matahari

Agar formula sunscreen dapat meresap dengan baik ke dalam kulit, maka sebaiknya berikan pada Si Kecil 15 – 30 menit sebelum terpapar matahari. 

Dengan memberikan jeda waktu ini, Bunda bisa memastikan bahwa sunscreen sudah aktif, sehingga Si Kecil bisa beraktivitas tanpa khawatir kulit terkena sunburn (terbakar) atau iritasi. 

Hal ini berlaku juga saat cuaca sedang mendung, karena sinar UV masih bisa menembus awan hingga 80% dan dapat menyebabkan kerusakan kulit.

4. Gunakan Kembali Sunscreen (Re-apply) Setiap 2 Jam Sekali

Bund, paparan sinar matahari, keringat, berenang, dan mengeringkan tubuh dengan handuk dapat mengurangi efektivitas sunscreen. Oleh karenanya, penting untuk Bunda melakukan re-apply tabir surya pada Si Kecil setiap 2 jam. 

Jika Si Kecil banyak bermain di luar ruangan atau di dalam air, frekuensi pengaplikasian ulang sunscreen harus ditingkatkan agar perlindungannya yang optimal.

5. Pastikan Si Kecil Memakai Sunscreen yang Aman untuk Anak

Sunscreen yang aman untuk anak-anak biasanya berbasis mineral (physical) dengan bahan utama zinc oxide atau titanium dioxide. Jika tabir surya ini sudah berlabel broad-spectrum, maka Si Kecil dapat terlindungi dari sinar UVA dan UVB.

Kemudian, memilih sunscreen yang tahan air sangat penting terutama jika Si Kecil akan berenang atau berkeringat banyak saat bermain di luar, karena formula tahan air memastikan perlindungan tetap efektif meskipun kulitnya sedang basah. 

6. Bersihkan Sunscreen Setelah Si Kecil Selesai Bermain (Sore Hari)

Bila Si Kecil sudah selesai beraktivitas atau bermain di luar ruangan, dan jam sudah menunjukkan waktu sore hari (di atas pukul 4 sore), maka Bunda dapat membersihkan kulitnya dengan sabun lembut dan air hangat. 

Pastikan untuk membilas seluruh sunscreen dengan baik agar tidak ada residu atau sisa lapisan yang tersisa di kulit. Supaya simple, Bunda bisa melakukan rutinitas ini ketika ia sudah masuk jadwal untuk mandi sore. 

7. Hentikan Pemakaian Sunscreen Jika Timbul Alergi

Jika Bunda melihat tanda efek samping sunscreen berupa iritasi kulit, ruam, kemerahan, gatal, atau alergi pada Si Kecil, segera hentikan penggunaannya dan konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.

source: MSKIDS

source: MSKIDS

Rekomendasi Sunscreen Untuk Anak

Bunda, saatnya merawat kulit Si Kecil dengan memberikan ia sunscreen Sunbae SPF30 PA+++ (untuk bayi 6 bulan ke atas) atau Sunhero SPF50 PA+++ (untuk anak 3 tahun ke atas) dari MSKIDS yang formulanya aman dan sudah teruji secara klinis.

Kedua produk tabir surya ini merupakan sunscreen mineral (physical sunscreen) berspektrum luas yang dipadukan dengan kandungan alami, sehingga mampu menjaga Kulit Si Kecil dari ancaman ruam atau iritasi, dan aman dioleskan pada bagian dekat mata (aplikasikan dengan hati-hati).

Lebih dari itu, sunscreen anak dari MSKIDS bebas dari bahan yang harus dihindari, contohnya seperti pengawet, pewangi, pewarna, serta oxybenzone yang memicu reaksi alergi kulit.

Pada Sunbae SPF30 PA+++, terdapat formula zinc oxide dan titanium dioxide dengan ekstrak Aloe Vera (lidah buaya), bunga Chamomile, Calendula, serta Shea Butter (ekstrak lemak dari kacang pohon Shea) yang ampuh untuk meredakan iritasi dan menjaga kelembapan kulit Si Kecil. Sunbae SPF30 PA+++ pun sudah tahan air (water resistant) selama 40 menit.

Sementara itu, Sunhero SPF50 PA+++ tahan air selama 80 menit. Tabir surya ini mengkombinasikan zinc oxide dan titanium dioxide bersama Royal Jelly (produk olahan lebah yang bernutrisi tinggi), pumpkin seed atau biji labu, daun jambu biji (guava leaf), minyak jojoba, serta minyak bunga matahari yang mencegah kulit dari kekeringan. 

Nah, sekarang, Bunda bisa mendapatkan sunscreen dari MSKIDS yang aman dan sesuai untuk Si Kecil dengan mudah. Yuk, Bund, kunjungi: Skincare Anak #PilihanIbuIndonesia

01/07/2024 by adminseo 0 Comments

Menjaga Kulit Anak Tetap Terlindungi di Musim Panas

Matahari di musim panas berbahaya untuk anak karena sinar ultraviolet (UV) yang dipancarkan dapat menyebabkan kerusakan kulit, contohnya seperti dari sunburn (kulit terbakar).

Jadi, meskipun musim panas terasa cerah dan menyenangkan, Bunda harus menghadapi tantangan baru saat memasukinya, yaitu bagaimana melindungi kulit Si Kecil dari bahaya matahari agar tetap sehat dan terawat. Yuk, Bund, ketahui caranya di sini. 

source: MSKIDS

source: MSKIDS

Mengapa Perlindungan Kulit Anak Sangat Penting di Musim Panas

Bunda, matahari di musim panas biasanya lebih terik dan intens, serta durasi paparannya di siang hari kian panjang dibandingkan saat musim hujan. Sehingga radiasi UV yang mencapai permukaan bumi pun tentu semakin bertambah.

Artinya, efek negatif yang kemungkinan menyerang Si Kecil pun akan meningkat. Ketika bermain di taman, pantai, atau ruang terbuka lain, kulitnya akan lebih mudah iritasi, kering, mengelupas, dan ruam terutama di daerah yang sering berkeringat seperti leher, dada, dan lipatan kulit (ditandai dengan bintik-bintik merah yang gatal dan menyakitkan).

Hal ini patut diwaspadai, Bun. Sebab, kerusakan pada sel kulit yang terjadi akibat sinar UV dapat berpotensi menjadi kanker kulit (melanoma) dan penuaan dini di kemudian hari. Oleh karena itu, untuk meminimalisir dan menghindari bahaya tersebut, pastikan agar Bunda melindungi kulit Si Kecil dengan sunscreen anak atau yang biasa disebut dengan tabir surya anak. 

Sebetulnya, penggunaan sunscreen berlaku juga ketika cuaca mendung, karena sinar UV tetap bisa menembus awan, sehingga Si Kecil butuh perlindungan dari tabir surya. Namun, ketika musim panas, ada banyak hal lain yang perlu Bunda lakukan untuk melindungi kulitnya, seperti:

  • Mencari tempat bermain yang teduh.
  • Pastikan Si Kecil tetap tidak kekurangan cairan dengan rajin memberinya air minum.
  • Tutupi Si Kecil dengan pakaian yang tidak terlalu terbuka. Pastikan bajunya longgar, ringan, dan berwarna terang.
  • Lindungi kepala kepala Si Kecil dengan payung atau topi yang lebar.
  • Jika memungkinkan, kenakan kacamata dengan daya serap UVA dan UVB 100% untuk perlindungan terbaik bagi matanya.
  • Aplikasikan tabir surya 15-30 menit sebelum keluar ruangan secara merata di seluruh bagian tubuh yang terkena sinar matahari, termasuk wajah, telinga, leher, tangan, dan kaki.
  • Oleskan tabir surya secara berulang setiap dua jam, atau lebih sering jika Si Kecil berenang atau berkeringat banyak.

Nah, Bund, langkah-langkah di atas tak hanya akan melindungi kulit Si Kecil. Tapi, ia juga bisa terhindar dari dampak buruk paparan matahari lainnya, seperti dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), sakit kepala sebelah (migrain), panas dalam, demam tinggi. Hal-hal tersebut pada akhirnya berpotensi membawa Si Kecil pada kondisi heatstroke (kondisi di mana tubuh tidak mampu mengatur suhu).

Rekomendasi Sunscreen untuk Anak

Untuk perlindungan optimal, usahakan agar Bunda memilih sunscreen anak dengan tepat, caranya:

  • Berikan Si Kecil sunscreen dengan SPF minimal 30, atau SPF yang lebih tinggi jika ia sering berada di luar ruangan dalam waktu lama.
  • Cek apakah tabir surya tersebut menawarkan perlindungan spektrum luas (broad spectrum), yang berarti melindungi dari sinar UVA dan UVB. 
  • Untuk anak-anak, lebih baik gunakan sunscreen fisik (mineral) yang mengandung bahan aktif zinc oxide atau titanium dioxide. Sunscreen ini bekerja dengan membentuk lapisan di atas kulit dan memantulkan sinar UV, serta cenderung lebih lembut dan minim iritasi dibandingkan sunscreen kimia.
  • Pilih tabir surya yang tidak menimbulkan alergi dan bebas dari pewangi atau bahan kimia keras yang bisa menyebabkan peradangan pada kulit sensitif Si Kecil.
  • Pakai sunscreen yang tahan air (water resistant) sehingga perlindungannya tetap efektif.
source: MSKIDS

source: MSKIDS

Kini, Bunda dapat dengan mudah menemukan sunscreen anak yang aman seperti kriteria di atas, karena MSKIDS telah menyediakan Sunbae SPF30 PA+++ serta Sunhero SPF50 PA+++, yaitu physical sunscreen khusus anak dengan spektrum luas (menahan bahaya kulit dari UVA dan UVB), serta tidak menyerap ke dalam lapisan kulit (darah) yang membuat Si Kecil aman dari iritasi atau alergi.

Sunbae SPF30 PA+++ cocok untuk Bunda berikan pada Si Kecil yang berusia 6 bulan ke atas. Tabir surya ini diperkaya dengan racikan alami seperti Aloe Vera (lidah buaya), bunga Chamomile, tanaman herbal Calendula, serta Shea Butter (ekstrak lemak dari kacang pohon Shea) yang berfungsi menenangkan serta melembapkan kulit Si Kecil. 

Nah, jika Si Kecil sudah memasuki usia 3 tahun ke atas, maka ia butuh penjagaan ekstra dari Sunhero SPF50 PA+++. Bahan alami yang terkandung dalam sunscreen ini mencakup Royal Jelly (produk olahan lebah yang bernutrisi tinggi), pumpkin seed atau biji labu, daun jambu biji (guava leaf) yang kaya vitamin C, dan minyak jojoba serta minyak bunga matahari untuk mencegah kekeringan kulit.

 

Yuk, Bund, prioritaskan kepentingan kulit Si Kecil dengan memberikannya perlindungan yang tepat. Pilihlah sunscreen dari MSKIDS dan praktikkan tips yang sudah kami bagikan secara rutin.

10/06/2024 by adminseo 0 Comments

Physical Sunscreen VS Chemical Sunscreen

Physical sunscreen adalah sunscreen yang melindungi kulit dengan memantulkan sinar UV (ultraviolet) matahari. Ini berbeda dengan chemical sunscreen, sebab cara kerja chemical sunscreen adalah menyerap sinar UV dan mengubahnya menjadi panas bahan kimia.

Nah, Bund, kedua jenis tabir surya ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kira-kira sunscreen apa yang paling aman bagi Si Kecil? Yuk, Bund, simak informasinya berikut ini!

source: MSKIDS

source: MSKIDS

Perbedaan Antara Physical dan Chemical Sunscreen

Physical sunscreen atau sunscreen fisik mengandung mineral alami titanium dioxide dan zinc dioxide sebagai bahan aktif utamanya. Sunscreen jenis ini bekerja dengan membentuk lapisan pelindung pada kulit dan memantulkan sinar UV, melindungi kulit tanpa menembusnya. Umumnya, physical sunscreen dapat melindungi kulit lebih lama dan bekerja secara instan. 

Kelebihan physical sunscreen adalah aman bagi kulit sensitif dan kering, minim iritasi, tidak menyumbat pori-pori, serta aman untuk semua usia. Di sisi lain, kekurangan physical sunscreen meliputi tekstur yang kental atau thick, sehingga bisa meninggalkan lapisan putih (white cast) di kulit, serta mudah luntur jika terkena air atau keringat.

Sementara itu, chemical sunscreen mengandung bahan aktif avobenzone, octinoxate, oxybenzone, dan octisalate. Chemical sunscreen bekerja dengan menyerap sinar UV dan mengubahnya menjadi panas yang dilepaskan dari kulit. 

Setelah mengaplikasikan chemical sunscreen, perlu ada jeda sekitar 20-30 menit sebelum kulit terkena paparan sinar matahari. Kelebihan chemical sunscreen meliputi tekstur yang lebih ringan dibanding sunscreen fisik, lebih cepat menyerap, tidak meninggalkan white cast, dan mudah diratakan pada kulit. Namun, jenis tabir surya ini rentan menyumbat pori-pori, sehingga cenderung  menyebabkan alergi, iriatasi, atau kemerahan. 

 

Sunscreen Terbaik untuk Kulit Sensitif dan Kulit Anak-anak

Kulit anak-anak cenderung lebih sensitif daripada orang dewasa, Bund. Oleh karena itu, sebaiknya berikan physical sunscreen untuk proteksi kulit Si Kecil. Sebab, jenis sunscreen ini diformulasikan dari bahan yang lembut (gentle), sehingga Si Kecil akan terhindar dari iritasi, alergi, maupun kemerahan.

Australasian College of Dermatologists juga tidak merekomendasikan penggunaan chemical sunscreen pada bayi dan anak-anak Bund, karena kulit mereka lebih mudah menyerap bahan kimia dibandingkan orang dewasa.

Untuk membantu Bunda memberi perlindungan terbaik bagi kulit Si Kecil, kini telah hadir physical sunscreen Sunhero dan Sunbae dari MSKIDS yang mampu menjaga, menenangkan, dan melembapkan kulit Si Kecil meskipun ia kerap terpapar cahaya matahari. 

source: MSKIDS

source: MSKIDS

Kabar baiknya, sebagai sunscreen fisik, Sunhero dan Sunbae memiliki formula yang ringan, tidak licin atau berminyak, serta mudah diaplikasikan pada kulit Si Kecil. Di sisi lain, tabir surya dari Sunhero dan Sunbae tidak menyebabkan perih di mata, bebas kandungan berbahaya seperti paraben, tidak mengandung parfum, dan sudah teruji secara klinis.

Jika Si Kecil sudah berusia 6 bulan, Bunda bisa pilih Sunbae dengan SPF30 PA+++. Kemudian, terdapat Sunhero dengan SPF50 PA+++ untuk Si Kecil yang berusia 3 tahun ke atas.

Melalui pemilihan tabir surya yang tepat, Bunda dapat menjaga kulit Si Kecil dari bahaya panas matahari, sehingga kulitnya akan tetap sehat dan terawat dengan baik. Maka dari itu, yuk, Bund, ketahui manfaat dan kandungan keduanya di sini: Sunbae SPF30 PA+++ dan Sunhero SPF50 PA+++ 

 

07/06/2024 by adminseo 0 Comments

Tips Memilih Sunscreen untuk si Kecil

Bila ingin mendukung proses perkembangan fisik dan kecerdasan Si Kecil, selain mengajak ia bermain di dalam ruangan, Bunda juga dapat menemaninya untuk eksplor banyak hal di dunia luar. Namun, Bunda perlu pastikan untuk tetap menjaga kesehatan kulit Si Kecil dari bahaya sinar UV (ultraviolet) matahari.

Nah, sunscreen atau tabir surya anak memainkan peran utama dalam melindungi kulit Si Kecil dari paparan sinar UV yang menjadi penyebab kerusakan kulit. Sayangnya, tak semua produk memiliki kandungan sunscreen yang aman untuk anak, Bund. Maka dari itu, mari belajar bagaimana tips memilihnya, dan temukan rekomendasinya di sini.

source: MSKIDS

source: MSKIDS

Kandungan Sunscreen yang Aman untuk Anak

Agar tidak memicu iritasi pada kulit, salah satu kriteria penting yang sebaiknya Bunda perhatikan dalam memilih sunscreen anak adalah formulanya. Berikut kandungan dan bahan alami sunscreen yang aman untuk kulit Si Kecil:

  • Zinc Oxide, merupakan partikel berwarna putih yang mampu melindungi kulit dari sinar bahaya UV, sehingga mencegah kulit terbakar.
  • Titanium Dioxide, terbuat dari ekstrak bijih titanium murni yang aman dan lembut untuk kulit.
  • Calendula Officinalis Flower Oil (Minyak Bunga Calendula), minyak ini dikenal sebagai zat yang dapat mengurangi atau mencegah radang. Efeknya, Calendula sangat baik untuk kulit anak yang sensitif.
  • Chamomilla Recutita Flower Extract (Ekstrak Bunga Kamomil), mengandung antioksidan yang membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas yang dihasilkan oleh paparan sinar matahari.
  • Aloe Barbadensis Leaf Extract (Ekstrak Daun Lidah Buaya), daun lidah buaya memiliki sifat menenangkan, melembapkan, dan bisa menyembuhkan kulit.

Kemudian, sebaiknya Bunda menghindari bahan-bahan tertentu yang terkandung dalam sunscreen anak, seperti:

  • Oxybenzone
  • Dioxybenzone
  • Sulisobenzone
  • Octinoxate 
  • Cinoxate
  • Paraben
  • Menthyl anthranilate
  • Retinyl palmitate

Bunda dapat melihat apa saja kandungan sunscreen dengan melihat bagian ingredients yang tercantum dalam kemasan.

Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Anak

Bund, semua bahan sunscreen yang aman untuk anak bisa ditemukan pada Sunhero dan Sunbae dari MSKIDS. Kedua tabir surya ini memiliki formula baik dan SPF yang sesuai untuk kebutuhan dan usia Si Kecil

source: MSKIDS

source: MSKIDS

Nah, Bun, karena penggunaan sunscreen anak sudah bisa dimulai sejak bayi usia 6 bulan, maka MSKIDS menghadirkan Sunbae SPF30 PA+++ yang dapat melindunginya dari paparan radiasi matahari saat berjemur ataupun beraktivitas di luar ruangan. Sementara itu, Bunda bisa memberikan Sunhero SPF50 PA+++ untuk Si Kecil yang sudah memasuki usia 3 tahun ke atas. 

Sunhero dan Sunbae merupakan jenis sunscreen fisik (physical sunscreen) dengan kandungan zinc oxide atau titanium dioxide yang lebih baik untuk anak-anak. Sebab, ia bekerja dengan cara memantulkan sinar ultraviolet dari permukaan kulit, sehingga Si Kecil akan terhindar dari risiko iritasi.

Lebih dari itu, Bund. Sunhero dan Sunbae termasuk sunscreen tahan air yang lebih baik untuk Si Kecil yang sering berenang. Produk besutan MSKIDS ini tidak lengket di kulit, cepat menyerap, dan tahan air selama 40 – 60 menit. 

Bunda, supaya hasilnya efektif, usahakan untuk selalu mengoleskan sunscreen pada Si Kecil setiap 2 jam sekali, atau segera reapply (gunakan kembali) ketika ia sudah keluar dari air (saat berenang). 

Yuk, optimalkan perlindungan kulit Si Kecil dari bahaya radiasi matahari. Pastikan agar Bunda memilih sunscreen yang tepat dari MSKIDS, dan pilih varian yang sesuai dengan usia serta kebutuhannya ya!

03/06/2024 by adminseo 0 Comments

Manfaat Sinar Matahari: Kunci Vitamin D untuk Kesehatan Anak

Vitamin D adalah nutrisi penting yang sangat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Sinar matahari merupakan sumber utama vitamin D yang membantu tubuh memproduksinya secara alami. 

Jika kekurangan vitamin D, Si Kecil berpotensi lebih rentan terhadap penyakit, dan proses penyerapan kalsium untuk kesehatan tulangnya akan terhambat.

Guna menghindari hal tersebut, mari ketahui bagaimana sinar matahari membantu produksi vitamin D, serta temukan tips aman dan praktis agar Si Kecil bisa mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup. Simak informasinya ya, Bund!

source: MSKIDS

source: MSKIDS

 

Tips Terbaik untuk Mendapatkan Vitamin D

Vitamin D memiliki berbagai manfaat bagi tumbuh kembang Si Kecil, seperti meningkatkan imunitas, mendukung proses perkembangan otak, memelihara kebaikan tulang dan gigi, serta menguatkan ototnya.

Paparan matahari merupakan sumber utama vitamin D. Saat kulit terpapar sinar UV (ultraviolet) dari matahari, ini memicu pembentukan vitamin D di dalam tubuh, yang kemudian diubah menjadi bentuk aktif oleh ginjal dan hati untuk membantu penyerapan kalsium dan menjaga kesehatan tulang. 

Lalu, bagaimana cara terbaik mendapatkan vitamin D untuk Si Kecil? Simak beberapa tips berikut ini ya, Bund:

  • Waktu terbaik untuk berjemur adalah pukul 08.00 hingga 10.00 pagi. 
  • Hindari berjemur saat matahari terlalu terik dengan durasi terlalu lama untuk menghindari kulit terbakar (sunburn).
  • Jika tidak sempat mengajak Si Kecil berjemur di pagi hari, sebaiknya Bunda menunggu setelah pukul 16.00. Pada waktu ini, kadar sinar UV lebih rendah sehingga risiko kerusakan kulit lebih kecil.
  • Anak-anak hanya perlu terpapar matahari selama 10-15 menit untuk mendapatkan vitamin D yang cukup.
  • Pastikan Si Kecil memakai topi atau pelindung kepala saat berjemur.
  • Oleskan tabir surya atau sunscreen untuk anak-anak pada bagian kulit yang terpapar sinar matahari. 

Selain paparan sinar matahari, Vitamin D juga dapat ditemukan pada makanan seperti ikan salmon, ikan tuna, susu, minyak ikan, jamur, hati, dan kuning telur. Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk memenuhi nutrisi ini untuk mendukung tumbuh kembang Si Kecil.

 

Proteksi Kulit Anak dari Paparan Sinar Matahari

Bund, cahaya matahari memang baik untuk kesehatan Si Kecil. Namun, jika berlebihan, ini akan berpotensi merusak lapisan kulitnya. Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk selalu menggunakan tabir surya atau sunscreen pada Si Kecil secara teratur.

Berikut adalah beberapa manfaat penggunaan sunscreen untuk anak:

  • Memberi perlindungan dari sinar UV;
  • Mencegah terbakarnya kulit;
  • Mencegah risiko kanker kulit; 
  • Menjaga kesehatan kulit anak. 

Kabar baiknya, sunscreen sudah dapat digunakan sejak bayi berusia 6 bulan, Bund. Tentunya, Bunda perlu memilih tabir surya yang aman. Rekomendasi sunscreen anak lokal yang aman adalah Sunhero SPF50 PA+++ dan Sunbae SPF30 PA+++ berjenis physical sunscreen dari MSKIDS. 

Physical sunscreen ini tidak menyerap ke dalam kulit, minim iritasi, tidak menimbulkan ruam, dan cocok digunakan bahkan untuk kulit sensitif. 

Apa bedanya Sunhero dan Sunbae? Sunhero SPF50 PA+++ mengandung royal jelly, ekstrak daun jambu biji (guava leaves), dan ekstrak biji labu (pumpkin seeds) yang aman digunakan anak berusia 3 tahun ke atas. 

Sementara itu, Sunbae SPF30 PA+++ diperkaya lidah buaya, chamomile, dan calendula yang aman dipakai bayi usia 6 bulan ke atas. Kedua sunscreen ini dapat menjaga kulit Si Kecil tetap lembab dan lembut setelah terkena paparan sinar matahari. 

source: MSKIDS

source: MSKIDS

Bunda, jaga kesehatan Si Kecil dengan memastikannya mendapat cukup vitamin D dari sinar matahari, dan tetap lindungi kulitnya. Caranya, Bunda dapat menjadwalkan waktu untuk ia bermain di luar ruangan secara teratur dan aman. 

Jangan lupa berikan tabir surya dengan SPF yang sesuai setiap kali Si Kecil bermain di luar luar ruangan dan di bawah cahaya matahari.

Bunda dapat memberi ia sunscreen dari MSKIDS, karena tidak membuat perih di mata, tidak lengket, dan tidak mengandung parfum, sehingga Si Kecil akan merasa tetap nyaman.

Apabila Si Kecil masih berusia 6 bulan ke atas, berikan:  Sunbae SPF30 PA+++
Jika Si Kecil berusia 3 tahun, gunakan: Sunhero SPF50 PA+++